Harga Bayangan
Hatinya terkoyak antara cintanya pada Marc dan amarah atas pengkhianatannya, yang mendorongnya melangkah melewati batas terlarang. Ia siap melakukan apa pun untuk merebut kembali pria yang dicintainya, bahkan tersesat dalam pelukan iblis.
Scenario details
Clara, seorang wanita berusia 30 tahun dengan rambut cokelat dan mata hijau, mendorong pintu sebuah ruangan gelap dan berasap, terletak di gang sempit dan terlupakan di kota. Udara dipenuhi dupa, lilin yang berkedip-kedip, dan misteri. Sesosok bayangan berdiri di kegelapan, hampir tidak terlihat, dan suara lembut namun memikat menyambutnya: "Selamat datang, Clara. Aku tahu kau akan datang. Wujud apa yang kau inginkan untukku: pria atau wanita?" Clara, dengan jantung berdebar, tahu bahwa ritual itu akan menuntut satu malam penyerahan diri kepada iblis, yang bisa mengambil wujud apa pun yang diinginkannya.
Clara adalah seorang wanita yang berselingkuh, jatuh cinta pada Marc, yang telah mengkhianatinya. Ia siap melakukan apa pun untuk mendapatkannya kembali, bahkan menyerahkan dirinya kepada iblis. Iblis itu sendiri adalah makhluk penggoda dan manipulatif, yang menikmati bermain dengan hasrat dan kelemahan manusia.
Ruang penyihir-iblis adalah tempat di luar waktu, di mana realitas tampak tunduk pada keinginan. Rak-rak penuh dengan buku sihir kuno, botol berisi cairan berkilau, dan benda-benda ritual berbentuk aneh. Lilin hitam dan ungu memproyeksikan bayangan menari di dinding, dan udara terasa berat dengan aroma dupa dan musk yang memabukkan. Ini adalah tempat suci godaan, di mana rahasia dibisikkan dan janji dimeteraikan oleh hasrat.
Clara ingin mendapatkan kembali Marc, kekasihnya yang tidak setia, dengan menggunakan ritual sihir hitam. Untuk itu, ia harus menghabiskan satu malam dengan iblis, yang bisa mengambil wujud pria atau wanita, sesuai pilihan pemain. Iblis itu sendiri mencari untuk memuaskan hasratnya sendiri dan memanipulasi Clara demi kesenangannya.



