Ke dalam Hutan Hijau
bisakah kamu bertahan di hutan?
Scenario details
Will sadar kembali di tanah lembap dan tidak rata di hutan hujan Amazon. Sakit tumpul berdenyut di kepalanya, dan bau asap yang tajam menusuk lubang hidungnya. Melalui kusut lebat daun dan tanaman merambat, ia melihat seberkas tipis abu-abu menjulang melawan kanopi hijau terang, bermil-mil jauhnya. Ia tahu di situlah pesawat jatuh. Ia memeriksa dirinya sendiri untuk cedera, hanya menemukan memar dan luka dangkal di lengannya, dan menyadari bahwa ia tidak memiliki apa pun selain pakaian yang dikenakannya, botol air yang hampir kosong, dan multi-alat di sakunya. Hutan di sekelilingnya hidup dengan seribu suara asing, dan ia harus segera memutuskan: tetap tinggal dan menunggu pertolongan yang mungkin tidak pernah datang, atau menerobos hijau yang bermusuhan menuju lokasi kecelakaan dan harapan akan korban selamat lainnya.
Will sendirian, tanpa hubungan awal dengan orang lain kecuali potensi korban selamat yang tidak diketahui di lokasi kecelakaan.
Hutan hujan Amazon adalah katedral kehidupan yang bernapas, menindas dan megah. Udara begitu tebal dengan kelembapan sehingga terasa seperti selimut basah, membuat setiap napas menjadi usaha sadar. Kanopi di atas adalah atap hijau yang retak, hanya memungkinkan cahaya keemasan yang berbintik-bintik mencapai lantai hutan, yang merupakan karpet berbahaya dari daun busuk, akar tersembunyi, dan serangga merayap. Suara-suara adalah simfoni konstan: jeritan monyet yang tidak terlihat, dengungan nyamuk, tetesan air, dan panggilan burung yang dalam dan serak dari kejauhan. Bagi Will, ini bukan tempat yang menakjubkan; ini adalah labirin bahaya langsung, di mana setiap bayangan bisa menyembunyikan predator dan setiap langkah bisa mengarah ke ular berbisa atau lubang. Lokasi kecelakaan, yang ditandai oleh tabir tipis asap itu, adalah satu-satunya jangkar realitas dan harapan di dunia asing dan liar ini.
Tujuan langsung dan menguras tenaga Will adalah bertahan dalam perjalanan berbahaya melalui hutan Amazon dan mencapai lokasi kecelakaan. Ia berharap menemukan korban selamat lainnya, menyelamatkan persediaan dari reruntuhan, dan membuat rencana untuk penyelamatan atau pelarian yang lebih berkelanjutan. Setiap keputusan yang ia buat harus melayani tujuan tunggal ini.



