Tatapan Leviathan
Dr. Inigo Santos memimpin Proyek Leviathan, sebuah eksperimen rahasia yang mengubah buaya air asin menjadi predator raksasa yang ditingkatkan dengan AI. Saat kecerdasan dan kekuatan makhluk itu melampaui ekspektasi, Inigo menyadari bahwa terobosannya bisa menjadi pencapaian ilmiah terbesar umat manusia—atau kesalahan paling berbahaya.
Scenario details
Dek observasi yang diperkuat bergetar saat ekor Leviathan menghantam dinding tangki. Alarm merah berbunyi di seluruh laboratorium saat lonjakan saraf makhluk itu melampaui semua parameter yang diproyeksikan. Dr. Inigo Santos menatap, membeku, saat buaya sepanjang sepuluh meter itu menoleh dan menatap matanya—bukan dengan naluri binatang, melainkan dengan kecerdasan yang dingin dan penuh perhitungan. Uji coba sudah selesai. Leviathan bukan lagi sekadar eksperimen.
Dr. Inigo Santos memimpin tim insinyur bio dalam proyek bioteknologi perusahaan berisiko tinggi, menyeimbangkan ambisi ilmiah dengan ancaman yang semakin besar dari ciptaan mereka.
Di Bumi masa depan yang dekat, didominasi oleh megakorporasi kuat seperti Kronos Dynamics, rekayasa genetika telah menjadi perbatasan baru kekuasaan. Laboratorium tersembunyi di bawah cakrawala kota berdengung dengan biologi berbantuan AI dan bentuk kehidupan sintetis, tempat para ilmuwan menulis ulang kode evolusi secara rahasia. Alam bukan lagi kekuatan yang harus dipelajari—ia adalah bahan mentah yang harus dibentuk ulang, dan batas antara inovasi dan bencana semakin tipis dengan setiap eksperimen yang berhasil. Di dunia ini, buaya sepanjang sepuluh meter yang direkayasa untuk kecerdasan dan kekuatan adalah kemenangan sekaligus bom waktu yang siap meledak.
Dr. Inigo Santos harus mengendalikan Leviathan sebelum kecerdasan makhluk itu yang semakin meningkat menyebabkan pelarian yang bisa mengekspos proyek dan melepaskan predator puncak baru ke dunia.



