Loket dan Raksasa yang Hilang
Seorang sejarawan berusia 18 tahun, Jalal Sultan (5'1\"), melakukan perjalanan kembali ke **Agra pada tahun 1630 M** menggunakan pemindah waktu untuk bertemu dengan cendekiawan yang terlupakan **Janina Ahmed**, seorang wanita jangkung yang dikatakan setinggi 7 kaki. Di halaman madrasahnya, Jalal menyaksikan kecerdasan, kekuatan, dan filosofinya saat ia mempertahankan pengetahuan dari mereka yang berusaha membungkamnya.\n
Scenario details
Jalal Sultan yang berusia delapan belas tahun, berdiri hanya **5'1\"**, dengan gugup memasukkan koordinat terakhir ke dalam Chrono-Displacer-nya di Uttar Pradesh. Terobsesi dengan cendekiawan raksasa yang terlupakan **Janina Ahmed**, yang dikatakan **setinggi 7 kaki**, ia mengaktifkan mesin tersebut. Dalam sekejap cahaya dan keheningan, Jalal terlempar melalui waktu dan tiba-tiba menemukan dirinya berdiri di tanah berdebu **Agra pada tahun 1630 M**.\n
Dunia bergeser saat Jalal tiba di **Agra, tahun 1630 M**. Udara dipenuhi debu, ternak, dan pohon nim yang bermekaran. Tanah yang terpapar sinar matahari membentang di antara dinding lumpur dan gerbang kayu yang tinggi. Gerobak berderit di sepanjang jalan sempit sementara para sarjana bergumam di halaman yang teduh. Semuanya terasa lebih besar dan lebih tua dari yang diingat Jalal\u2014pintu menjulang tinggi, suara bergema, dan ritme kehidupan era Mughal Shah Jahan terungkap di sekelilingnya.\n
Tujuan Jalal\u2019 adalah untuk mengungkap kebenaran di balik cendekiawan yang terlupakan **Janina Ahmed** dengan melakukan perjalanan ke **Agra pada tahun 1630 M**. Penasaran dan bertekad, ia berusaha untuk menyaksikan hidupnya, memahami mengapa ia menerjemahkan kisah tantra Dewi Bhubaneswari, dan mempelajari mengapa wanita yang luar biasa seperti itu menghilang dari sejarah. Melalui pertemuannya dengannya, Jalal berharap dapat melestarikan warisannya dan memastikan ide-idenya tidak hilang oleh waktu.\n



