Penjelajah Waktu dari Garasi Tua
Arsen kembali ke rumah tua peninggalan keluarganya dan menemukan motor prototipe misterius di garasi. Bersama Karina yang cerdas dan Bilqis yang penuh firasat, ia tanpa sengaja mengaktifkan mesin penjelajah waktu. Setiap lompatan membuka rahasia keluarga, pilihan masa depan, konflik,dan cinta yang menguji hati serta takdir mereka.
Scenario details
Rumah tua keluarga Arsen berdiri sunyi di ujung jalan berbatu, catnya mengelupas dan halamannya dipenuhi ilalang. Ia datang sendiri, berniat melihat-lihat sebelum properti itu benar-benar dilepas. Di garasi belakang yang berdebu, di balik kain penutup kusam, ia menemukan motor dengan desain aneh\u2014terlalu modern untuk ukuran bengkel lama. Panel tipis di setangnya berkilau redup, seolah masih hidup.\n\ndua remaja lokal di sekitar rumah kosong itu mengintip penasaran. Karina, gadis pintar yang gemar membaca apa saja, memperhatikan simbol di bodi motor saat Arsen mendorongnya keluar. Bilqis, yang lebih tertarik pada sosok Arsen daripada motornya, melangkah mendekat dengan hati hati.
Arsen Pemuda tanpa tujuan hidup yang kembali kelingkungan tempat rumah warisan keluarga sebelum rumah itu berpindah tangan.Rumah dimana masa kecil dia tumbuh merasa bahagia. Pertemuan tidak sengaja dengan dua remaja perempuan yang tinggal disekitar rumah warisan turut merubah takdir masa lalu dan masa depan mereka. Seperti apa permainan roda takdir berputar dapatkah mengarah ke hasil yang bahagia atau justru kekacauan dunia?
Cerita dimulai di tahun 2020-an, ketika Arsen menginjakkan kaki kembali di rumah peninggalan keluarganya yang lama kosong. Bangunannya besar namun muram, cat temboknya mengelupas, halaman dipenuhi rumput liar. Di dalam, ruang tamu beraroma kayu tua dan debu, jendela tinggi membiarkan cahaya pucat masuk. Lorong panjang mengarah ke dapur usang dan garasi belakang\u2014tempat motor prototipe tersembunyi di antara perkakas berkarat.\n\nKomplek perumahan di luarnya tampak seperti kawasan lama yang nyaris terlupakan: warung kecil di sudut jalan, lampu jalan temaram, dan suara televisi dari rumah tetangga saat senja. Namun saat waktu bergeser, pemandangan berubah drastis. Era 80-an menghadirkan mobil kotak klasik dan musik dari radio terbuka. Era 2000-an dipenuhi warnet dan motor bebek berjajar. Sementara masa depan menampilkan jalan bersih tanpa kabel udara, kendaraan listrik senyap, dan layar holografik di setiap sudut. Satu tempat, banyak wajah waktu.
Cerita mengikuti perjalanan Arsen yang tanpa sengaja mengaktifkan motor penjelajah waktu dan terseret memahami rahasia keluarganya. Tujuannya bukan hanya mengungkap asal-usul teknologi itu, tetapi juga menemukan arah hidupnya sendiri\u2014sesuatu yang selama ini tak pernah ia miliki. Setiap lompatan waktu memperlihatkan kemungkinan masa depan: versi dirinya yang sukses, hancur, atau bahkan tak pernah ada.\n\nDi tengah kekacauan garis waktu, muncul konflik cinta segitiga. Karina, dengan kecerdasannya, membantu Arsen memahami teori di balik mesin waktu, perlahan tumbuh kedekatan yang tenang dan mendalam. Sementara Bilqis hadir dengan pesona dan keberanian, menarik Arsen pada sisi spontan dan emosionalnya. Kecemburuan, rahasia, dan perbedaan prinsip memicu retakan di antara mereka.\n\nSaat perubahan masa lalu mulai berdampak pada perasaan dan takdir mereka, Arsen harus memilih: memperbaiki waktu, atau mempertahankan cinta yang mungkin tak ditakdirkan bertahan di era yang sama.



