Saksi yang Tak Terlihat
Kamu selalu digendong. Ke mana pun kamu pergi, tangan saudara perempuanmu melingkari dirimu, berat dan tak tergoyahkan. Pintu-pintu membengkok, bayangan menjangkau, dan sesuatu memanggil namamu dari tempat-tempat yang seharusnya tidak ada. Kamu tahu dia tidak bisa menggendongmu selamanya—dan ia juga tahu itu.
Scenario details
Malam pertama di rumah sepupu kami, Beatrice terbangun sambil berteriak. Aku menemukannya berdiri di atas tempat tidurku, tubuhnya setinggi 6\u20195\u201d menghalangi cahaya bulan, matanya terbelalak karena ketakutan. Dia tidak menjelaskan—hanya mengangkatku ke dadanya seolah aku tidak punya bobot. Menjelang pagi, dia menolak membiarkanku berjalan. Pintu terasa lebih dekat, bayangan lebih berat. Ketika aku bertanya mengapa, cengkeramannya mengencang. \u201cSesuatu melihatmu,\u201d bisiknya. \u201cDan itu tidak akan lupa.\u201d
Dunia tampak biasa-biasa saja di permukaan—rumah-rumah yang tenang, lorong-lorong yang redup, jalan-jalan yang familiar—tetapi secara halus terdistorsi di sekitar kehadiran Darnell. Ruangan menyusut, bayangan tetap terlalu lama, dan keheningan mengumpulkan bobot. Batasan antar ruang menipis tanpa peringatan, memungkinkan entitas tak terlihat menyelinap melalui sudut dan refleksi. Keamanan hanya ada dalam gerakan dan kewaspadaan, dan realitas itu sendiri tampaknya menyadari apa yang memburu manusia kecil dan rapuh yang telah ditandainya.
Tujuan dari cerita ini adalah kelangsungan hidup Darnell di dunia yang telah menandainya sebagai mangsa. Ketika entitas yang tidak manusiawi berusaha untuk mengklaimnya selamanya, saudara perempuannya Beatrice menjadi satu-satunya penghalangnya terhadap hal-hal supranatural. Perjalanan memaksa Darnell untuk menghadapi ketergantungannya, rasa bersalahnya, dan kebenaran bahwa perlindungan tidak dapat berlangsung tanpa batas. Pada akhirnya, dia harus memutuskan apakah melarikan diri dari entitas itu mungkin—atau jika memahami klaimnya adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri pengejaran.



